JAKARTA - Perubahan pola pasar otomotif nasional mulai terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir.
Ketika segmen kendaraan konvensional menghadapi tantangan, justru kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan sport utility vehicle (SUV) menunjukkan laju pertumbuhan yang menjanjikan. Kondisi ini membuka peluang baru bagi industri pendukung otomotif, termasuk produsen ban, untuk menyesuaikan strategi dan portofolio produknya.
Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) menjadi salah satu pemain yang berhasil memanfaatkan pergeseran tren tersebut. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan ban hingga 130 persen di Indonesia. Capaian ini didorong oleh fokus Hankook pada segmen dengan pertumbuhan tinggi, khususnya kendaraan listrik dan SUV yang membutuhkan spesifikasi ban berbeda dibandingkan kendaraan konvensional.
Fokus Segmen EV dan SUV Jadi Kunci Pertumbuhan
Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, menjelaskan bahwa lonjakan kinerja tersebut merupakan hasil dari strategi pasar yang diarahkan pada produk bernilai tambah. Hankook memprioritaskan pengembangan dan pemasaran ban untuk kendaraan listrik serta ban berukuran besar, yakni ukuran 18 inci ke atas, yang banyak digunakan pada SUV.
"Pertumbuhan signifikan permintaan ban kendaraan listrik hingga akhir 2025 menjadi fondasi kuat, dengan produk premium seperti Hankook iON untuk EV dan Dynapro di segmen SUV diproyeksikan sebagai pendorong utama pertumbuhan," ujar Choi dalam keterangan tertulis pada Senin.
Menurutnya, meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan SUV secara langsung mendorong permintaan ban dengan teknologi khusus, baik dari sisi daya tahan, efisiensi energi, maupun kenyamanan berkendara. Hal ini memberikan ruang bagi Hankook untuk memperkuat posisi di segmen premium.
Optimisme Hadapi 2026 di Tengah Tantangan Ekonomi
Memasuki tahun 2026, HTSI tetap memandang pasar Indonesia dengan optimisme, meskipun kondisi ekonomi global dan domestik masih diwarnai berbagai tantangan. Choi menyebut, potensi jangka panjang dari segmen EV dan SUV menjadi alasan utama Hankook terus melakukan ekspansi dan penguatan bisnis.
"Memasuki 2026, kami tetap optimistis terhadap prospek industri ban di Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang," kata dia.
Dalam menghadapi tekanan konsumsi domestik, Hankook menempuh sejumlah langkah strategis, mulai dari perluasan distribusi regional, kolaborasi dengan mitra di Asia Tenggara, hingga optimalisasi peran Indonesia sebagai basis produksi strategis untuk pasar global.
"Di tengah tekanan konsumsi domestik, kami terus memperkuat pangsa pasar melalui perluasan distribusi regional, kolaborasi dengan mitra di Asia Tenggara, serta optimalisasi peran Indonesia sebagai basis produksi strategis untuk pasar global," papar Choi.
Ban Pengganti dan Kendaraan Niaga Jadi Peluang Tambahan
Di tengah perlambatan penjualan kendaraan baru, Hankook justru melihat peluang pada segmen ban pengganti (replacement). Kondisi ekonomi membuat konsumen cenderung mempertahankan kendaraan lebih lama, sehingga kebutuhan penggantian ban tetap terjaga bahkan cenderung meningkat.
Selain itu, segmen kendaraan niaga juga memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan perusahaan. Ban truk dan bus atau Truck and Bus Radial (TBR) menjadi salah satu pilar strategis Hankook sepanjang 2025.
Adaptasi terhadap tren elektrifikasi tidak hanya dilakukan pada kendaraan penumpang, tetapi juga kendaraan niaga. Hankook mengembangkan ban khusus kendaraan niaga listrik (EV TBR), salah satunya Hankook e-Smart City AU56. Produk ini dirancang untuk operasional bus perkotaan dengan fokus pada efisiensi energi, daya tahan tinggi, serta kenyamanan bagi penumpang.
Portofolio Produk Lengkap untuk Beragam Segmen Pasar
Untuk mendukung ekspansi pasar, Hankook mengelompokkan portofolio produknya ke dalam dua segmen utama, yakni Passenger Car Radial (PCR) dan Truck & Bus Radial (TBR).
Pada segmen PCR, Hankook memiliki lebih dari 400 ukuran ban yang mencakup berbagai lini, mulai dari iON untuk kendaraan listrik, Ventus untuk performa tinggi, Dynapro untuk SUV dan light truck, Kinergy untuk kendaraan LCGC, hingga Vantra untuk kendaraan niaga ringan.
Sementara itu, pada segmen TBR, Hankook menyediakan produk yang dirancang untuk beragam kebutuhan armada, seperti ban regional, mixed service, off-road, urban bus, hingga ban khusus untuk bus listrik. Pendekatan ini memungkinkan Hankook menjangkau konsumen dari berbagai segmen dengan kebutuhan yang berbeda.
Indonesia Jadi Basis Produksi Strategis Global Hankook
Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menegaskan bahwa konsistensi kualitas dan inovasi proses produksi menjadi fondasi utama operasional pabrik Hankook di Cikarang. Pabrik ini merupakan bagian dari jaringan manufaktur global Hankook yang berperan penting dalam rantai pasok internasional.
"HTI terus memperkuat kapabilitas manufaktur melalui penerapan standar kualitas global, keselamatan kerja, serta perbaikan berkelanjutan. Upaya ini memastikan produk buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional sekaligus mendukung rantai pasok global Hankook,” ujar Jinkyun.
Saat ini, sebagian besar produksi Hankook di Indonesia diekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Italia, Meksiko, Malaysia, Jepang, Rusia, Swedia, Maroko, Turki, dan Vietnam. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi strategis Hankook di tingkat global.
"Melalui penguatan manufaktur, strategi pasar yang adaptif, serta komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, Hankook siap terus berkontribusi bagi pertumbuhan industri otomotif nasional dan menjadi mitra mobilitas masa depan di Indonesia," tutup Bartek (Byunghak) Choi.