Petani

Perlindungan Asuransi Dorong Ketahanan Petani Tabanan Berkelanjutan

Perlindungan Asuransi Dorong Ketahanan Petani Tabanan Berkelanjutan
Perlindungan Asuransi Dorong Ketahanan Petani Tabanan Berkelanjutan

JAKARTA - Upaya memperkuat ketahanan usaha tani terus dilakukan melalui peningkatan literasi perlindungan risiko pertanian. 

Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui sosialisasi asuransi pertanian yang menyasar petani secara langsung. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko dalam menghadapi ketidakpastian alam dan iklim.

Perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, serta potensi bencana alam menjadi tantangan utama sektor pertanian saat ini. Tanpa perlindungan yang memadai, risiko gagal panen dapat berdampak serius terhadap pendapatan petani. Karena itu, asuransi pertanian diposisikan sebagai instrumen strategis menjaga keberlanjutan usaha tani.

Melalui pendekatan edukatif, petani diperkenalkan pada konsep perlindungan finansial yang praktis dan aplikatif. Pemahaman ini diharapkan mendorong petani lebih siap menghadapi risiko produksi. Dengan demikian, aktivitas pertanian tetap berjalan stabil dan berkelanjutan.

Karakter Agraris Kabupaten Tabanan

Kabupaten Tabanan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Bali. Wilayah ini memiliki lahan pertanian seluas sekitar 19.000 hingga 23.000 hektare yang ditopang oleh sistem subak. Sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan ekonominya pada sektor pertanian.

Karakter agraris tersebut menjadikan stabilitas usaha tani sebagai faktor krusial bagi kesejahteraan masyarakat. Gangguan produksi tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi risiko yang terencana dan berkelanjutan.

Asuransi pertanian hadir sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Skema perlindungan ini dirancang untuk memberikan rasa aman kepada petani. Dengan adanya jaring pengaman, keberlangsungan produksi pertanian dapat lebih terjaga.

Materi Sosialisasi Asuransi Pertanian

Sosialisasi asuransi pertanian mencakup berbagai aspek penting yang relevan dengan kebutuhan petani. Materi yang disampaikan meliputi manfaat asuransi sebagai perlindungan finansial. Selain itu, dijelaskan pula tata cara pendaftaran serta proses klaim secara rinci.

Petani juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya sikap antisipatif terhadap risiko usaha tani. Pendekatan ini mendorong petani untuk tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Dengan pemahaman yang baik, petani memiliki kesiapan lebih dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbentuk pola pikir baru di kalangan petani. Asuransi tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan. Kesadaran ini menjadi fondasi bagi pertanian yang berkelanjutan.

Inovasi Asuransi Berbasis Iklim

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menjelaskan bahwa melalui Program TJSL Bulog Peduli Petani dilakukan uji coba asuransi pertanian berbasis perubahan iklim. 

Skema ini dikenal sebagai asuransi parametrik yang dikembangkan di Kabupaten Tabanan dan beberapa daerah lainnya. Inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan iklim yang semakin kompleks.

Asuransi parametrik dikombinasikan dengan asuransi konvensional untuk memberikan perlindungan lebih optimal. Mekanisme klaim dibuat sederhana dan cepat dengan berbasis parameter iklim seperti curah hujan dan suhu. Pendekatan ini memungkinkan petani memperoleh kepastian perlindungan secara lebih efisien.

“Melalui perlindungan produksi petani, Bulog berkepentingan menjaga keberlanjutan pasokan padi dan beras nasional. Pada tahap uji coba ini, premi asuransi ditanggung penuh oleh Bulog agar petani dapat langsung merasakan manfaatnya,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Bulog dalam mendukung petani secara konkret.

Sinergi Menuju Ketahanan Pangan

Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Tabanan I Made Subagya menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, asuransi parametrik menjadi pelengkap dari skema asuransi pertanian yang telah berjalan. Program ini akan dilaksanakan secara selektif melalui kelompok tani yang aktif dan produktif.

“Sebagai pilot project, program ini sangat strategis untuk menjadi dasar evaluasi dan rujukan kebijakan ke depan,” ungkapnya. Ia menilai pendekatan ini membuka peluang perlindungan usaha tani yang lebih komprehensif. Dengan demikian, petani dapat memperoleh manfaat jangka panjang.

Kegiatan ini sejalan dengan pilar pembangunan sosial dalam Program TJSL Bulog. Program tersebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Tanpa Kelaparan. Sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan menjadi kunci memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index